Huawei FreeBuds SE 4 ANC: Raja Baterai 50 Jam yang "Pilih-Pilih" Majikan

Banyak orang terjebak beli TWS harga Rp400 ribuan hanya karena desainnya cantik. Padahal, di kelas budget, setiap fitur adalah kompromi. Huawei FreeBuds SE 4 ANC hadir dengan klaim baterai "monster", tapi apakah ia benar-benar layak menghuni telinga kamu?
Setelah membedah teknis dan impresi penggunaannya, TWS ini punya karakter yang sangat spesifik. Ia bukan untuk semua orang, terutama jika kamu adalah pekerja kantoran yang sibuk pindah-pindah device.
Spesifikasi dan Performa: Detail yang "Pedas"
Dijual dengan harga normal Rp409.000, Huawei mencoba memberikan kualitas driver yang biasanya ada di kelas Rp500 ribuan. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk detail tersebut.
1. Baterai 50 Jam: Stamina Tanpa Lawan
Ini adalah nilai jual utamanya. Di saat kompetitor seperti Tozo hanya mentok di 35 jam, FreeBuds SE 4 ANC sanggup bertahan hingga total 50 jam (dengan charging case).
Skenario Nyata: Saya pernah memakai TWS kompetitor yang mati di tengah meeting marathon. Dengan Huawei ini, kamu bisa lupa men-charge selama seminggu penuh meski dipakai komuter tiap hari.
2. Kualitas Driver: Megah tapi "Sengau"
Driver TWS ini punya teknikalitas yang jempolan. Soundstage-nya terasa luas, tidak mendem seperti TWS murah pada umumnya. Sub-bass-nya deep dan punchy, sangat terasa getarannya di lagu-lagu seperti milik Billie Eilish.
Masalahnya: Tuning bawaannya (out of the box) terasa agak nasally atau sengau. Vokal dan upper-mids terasa terlalu tajam atau "pedas" di telinga.
Solusi Wajib: Kamu harus mengunduh aplikasi AI Life dan mengatur Custom EQ. Tanpa oprekan EQ, suara TWS ini bisa bikin telinga cepat lelah.
Sisi Gelap: Dealbreaker yang Harus Kamu Tahu
Tidak ada produk sempurna, apalagi di bawah 400 ribu rupiah. Huawei memangkas beberapa fitur vital yang mungkin membuat kamu berpikir dua kali.
Hilangnya Fitur Multipoint: Ini menjadi kekurangan yang krusial atau dealbreaker utama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Kamu tidak bisa menyambungkan TWS ini ke laptop dan HP secara bersamaan. Jika ada telepon masuk ke HP saat kamu nonton YouTube di laptop, kamu harus disconnect manual. Sangat tidak praktis.
ANC & Transparansi yang Tanggung: Jangan harap keheningan total ala AirPods Pro. ANC-nya bertipe "tipis-tipis"—suara AC mungkin hilang, tapi suara obrolan orang tetap masuk. Bahkan, terdapat ketidakkonsistenan pada performa ANC yang intensitasnya sendiri saat kita bergerak, bikin suara musik terasa berat sebelah sesaat.
Kontrol Volume yang Absurd: Untuk menaikkan volume, kamu harus melakukan tap berkali-kali secara manual. Ini terasa kuno dan melelahkan dibanding TWS lain yang cukup swipe atau tahan lama.
Eartips Kotak (Proprietary): Nozzle atau ujung earphone ini berbentuk kotak, mirip Soundcore Liberty 4 NC. Artinya, kalau eartips bawaannya hilang, kamu bakal pusing tujuh keliling mencari gantinya karena eartips karet bulat standar di toko assesoris audio atau marketplace tidak akan muat.
JagoPilih: Siapa yang Harus Beli?
Saya memberi skor 8/10. Angka ini tinggi hanya jika kamu adalah orang yang mencari durabilitas baterai dan kualitas audio teknis di atas segalanya.
BELI JIKA: Kamu adalah pelajar atau komuter yang malas charge baterai, suka mengulik EQ di aplikasi, dan hanya menggunakan satu HP untuk mendengarkan musik.
JANGAN BELI JIKA: Kamu bekerja menggunakan laptop sekaligus HP (butuh Multipoint), tidak suka mengotak-atik settingan suara, atau sering berada di lingkungan bising yang butuh ANC "kedap" maksimal.
Tertarik mencoba "si baterai badak" ini atau kamu punya rekomendasi TWS lain dengan harga Rp400 ribuan?
👉 [Cek Diskon (siapa tahu dapat harga dibawah 400 K) & Garansi Resmi di Sini]
Tertarik Produk Ini?
Cek spesifikasi lengkap, perbandingan harga termurah, dan toko terpercaya.
Cek Harga Terbaru